Hello.

  Perkenalkan nama saya Evani Raflian Aziz berumur 18 tahun,
lahir di Jakarta, 16 Juni 1999. Saya tinggal di komplek BNI Jln. Kemuning No.946 RT/RW 007/016 Serua, Ciputat. Saya anak ke-2 dari 3 bersaudara. Hobi saya bermain komputer dan mendesain.
Saya menempuh Sekolah Dasar di SDN 12 Pondok Pinang, Sekolah Menengah Pertama di SMPN 48 Jakarta, dan Sekolah Menegah Atas di SMAN 87 Jakarta.

  Saat ini saya melanjutkan ke Perguruan Tinggi di Universitas Pembangunan Jaya. Saya memilih jurusan Desain Komunikasi Visual. Alasan saya memilih prodi DKV saat ini karena mendesain salah satu minat saya dalam mengembangkan bakat, karena saya dapat belajar lebih mendalam tentang Desain. Kegiatan Desain pernah saya lakukan disaat saya SMA, yaitu di acara "Reven Cup 7". Disini saya memulai untuk belajar mendesain banyak hal seperti poster, banner, merchandise.

  Singkat cerita dimana saya memulai mendesain. Pada waktu itu, saya bermain game online dengan banyak orang disana berbagai macam negara dari berbagai benua. Saya melihat pemain-pemain menggunakan logo sebagai avatar di akun pribadi maupun tim. Lalu saya ingin mempunyain logo sendiri agar mempunyai ciri khas yang unik dan berbeda dari pemain lainnya. Saya memulai membuat logo dengan aplikasi massal yang semua orang gunakan yaitu Photoshop. Seperti yang kalian tau Photoshop sendiri memilki banyak versi, tetapi yang saya gunakan pada saat itu adalah versi portable. Tentunya versi ini memiliki keterbatasan alat/tools untuk mengedit. Lalu saya melihat tutorial di Youtube cara membuat logo. Dan banyak orang yang menggunakan Photoshop versi CS6. Lalu saya mencoba mengunduh versi tersebut. Menurut saya versi CS6 ideal untuk mengedit saat ini. Lalu saya mencoba meliat video turorial yang ada. Saya memulainya dengan hal kecil walaupun itu terlihat mudah saya tetap mengalami kesulitan dalam membuat logo. Waktu terus berjalan, saya pun terus mencoba untuk menghasilkan logo yang memuaskan. Pada akhirnya, saya menghasilkan logo gaming pertama saya dan memulai untuk menggunakan logo tersebut untuk dijadikan avatar akun saya.

  Beberapa teman Sekolah melihat hasil karya saya dan mereka memberi sedikit pujian yang semakin membuat saya termotivasi untuk terus mendesain. Waktu sekolah mengadakan acara, saya pun diberi kepercayaan untuk membuat banner yang bertemakan acara makrab saat itu. Saya pun merasa bangga dan termotivasi untuk membuat lebih. Lalu ada acara tahunan berikutnya yaitu "Reven Cup".
Acara ini sudah berjalan sejak tahun 2011 hingga saat ini. Saya diberikan kepercayaan untuk menjadi panitia dekorasi dalam acara tersebut. Dekorasi adalah hal yang paling berat menurut saya, karena sedikit salah saja bisa membahayakan terutama dalam publikasi. Panitia dekorasi beranggotakan 5 Orang, Kebetulan ketua dekorasi saat itu adalah teman saya Dani. Dani dijadikan ketua karena ia lebih berpengalaman dalam hal kepanitiaan, karena ia sebelumnya sudah pernah menjadi anggota panitia dekorasi.

  Dalam hal dekorasi ini, ternyata banyak sekali yang harus di ketahui. Selain mendesain kita juga harus tau apa konsep yang digunakan dalam acara tersebut. Misalnya Reven Cup 7 yang bertemakan "Witch". Menurut saya, tema ini cukup menarik dan mudah namun ternyata, tidak sesuai dengan ekspetasi saya, banyak objek-objek dari konsep witch tersebut yang tidak saya temukan karena saat itu saya belum menggunakan Adobe Illustrator. Banyak sekali kendala dalam mendesain, terutama poster dan banner. Pilihan warna menjadi yang utama untuk saya menentukan background, agar terlihat sedikit tua tertapi mempunyai elemen sihir yang di miliki oleh seorang penyihir. Biru dan ungu menjadi warna yang saya pilih dalam mendesain. Sedikit warna hitam akan menambah kesan malam, dan sedikit warna putih yang menjadi efek cahaya dan asap.

  Langit menjadi dasar utama saya dalam mendesain poster dan banner, karena langit merupakan tempat dimana kita sering melihat gambaran-gambaran nenek sihir yang terbang menggunakan sapunya di langit. Kucing menjadi objek tambahan, karena menurut saya kucing hitam identik dengan nenek sihir. Lanjut saya mulai mendesain baju panitia. Warna yang saya gunakan adalah biru dan ungu untuk menjadi bahan dasar baju tersebut. Baju biru menggunakan desain ikon nenek sihir yang terbang lalu diberi shape dari tulisan moto " Be brave, be kind, and be the champion with your magical power". Baju ungu menggunakan desain dengan 2 sapu menyilang lalu di atasnya bertuliskan Reven Cup 7. Kita harus memperhatikan perpaduan warna disaat mendesain, jika warnanya tidak pas mungkin hasilnya agak terlihat aneh dan tidak enak dilihat. Baju biru saya memilih warna putih untuk desainnya, dan abu-abu untuk di baju ungu.

  Merchandise juga saya buat dengan menggunakan warna di biru dan di aplikasi kan di tas dan gelang. Putih menjadi warna untuk di aplikasikan ke handfan. Hitam digunakan untuk warna dasar sendal. Lanjut saya mulai mendesain gapura untuk acara closing Reven Cup 7. Gapura saat itu saya menggunakan konsep dari gate rumah penyihir yang menggunakan pilar-pilar besar.
Gapura merupakan hal tersulit pada saat itu. Karena harus menggunakan styrofoam yang tebal dan sedikit kayu untuk memperkokoh gapura tersebut. Atap rumah yang meruncing ke atas membentuk segitiga menjadi ornamen gapura. Dan banyak lagi ornamen yang terdapat disana, seperti witch, witch staff, dan kucing hitam.

  Banyak kendala yang saya hadapi saat itu. Pertama adalah kritikan terhadap hasil karya saya dari berbagai teman dan orang-orang di sekitar saya. Saya tidak mempersalahkan kritikan mereka untuk mengkritik saya tetapi, saya sedikit merasa mereka mengkritik tanpa memberi solusi. Menurut saya itu adalah hal yang membuat saya enggan untuk mendesain lagi. Karena saya merasa hasil yang saya buat kurang memuaskan. Tetapi saya mendapatkan semangat dari beberapa orang yang memotivasi saya untuk terus berkarya walaupun banyak kritikan yang saya dapat. Mereka memberi ide-ide kreatif yang bisa saya aplikasikan dalam mendesain. Terima kasih untuk orang yang telah memberi saya semangat dan motivasi yang tidak bisa saya sebutkan namanya disini. Dan terima kasih juga yang telah mengkritik saya, jadi saya akan tau dimana kekurangan saya.

  Kendala lain adalah disaat acara closing berlangsung, yaitu hujan deras. Mengingat gapura yang terbuat dari bahan styrofoam yang tidak cukup kokoh untuk menahan derasnya hujan saat itu. Lalu saya dengan teman-teman lainnya berusaha untuk berteduh dan menahan gapura agar tidak roboh tertiup angin. Alhasil kami semua basah, tetapi setidaknya gapura tidak roboh. Dan kendala lainnya adalah lampu sorot untuk menyorot gapura pada saat malam itu pecah, karena bohlam lampu tersebut panas dan langsung terkena air hujan.

  Banyak sekali pelajaran dan pengalaman saya pada saat itu. Jika waktu dapat di ulang saya ingin merasakan lagi, tetapi realistis saja itu tidak mungkin. Mungkin saat itu menjadi basic saya untuk memulai melanjutkan mendesain dan membuat acara kedepannya. Dan dekorasi adalah bukan hanya soal desain-mendesain, melainkan kita juga harus memperhatikan lingkungan sekitar kita dan harus bisa menjaga konten-konten yang terdapat didalam poster agar tidak ada pihak yang tersinggung.

  Sekian dari sedikit cerita perkenalan dan pengalaman saya, saat ini saya ingin memulai mempelajari banyak hal dalam mendesain. Cita-cita saya adalah menjadi tim kreatif di suatu acara. Kurang lebihnya mohon maaf jika ada kata-kata yang menyinggung perasaaan anda. Terima kasih.

Komentar